Tag Archives: Akhlaq

Garis Tipis antara Moderasi dan Ekstremisme

Oleh Maan Khalife pada 22 Juni 2014 di www.onislam.net

Islam adalah agama yang moderat, agama jalan tengah, dan ini adalah fakta!

Namun demikian, orang Islam dapat ditemukan dalam beraneka rasa.

Allah berfirman dalam kitab-Nya yang berarti:

{Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan (ummatan wasata) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…} (Al-Baqarah 2:143)

Abul Aala Al-Maududi, seorang ulama terkenal yang menginterpretasikan Al-Quran, berkaitan dengan ayat di atas berkata:

“Kata “ummatan wasata” bersifat begitu menyeluruh dalam makna sehingga tidak ada kata dalam Bahasa Inggris yang dapat melukiskan secara tepat makna kata tersebut secara utuh. Kata tersebut menggambarkan komunitas yang adil dan mulia yang tidak melampaui batas, tapi mengikuti jalan tengan dan menawarkan keadilan secara merata pada bangsa-bangsa di dunia sebagai hakim yang tidak memihak, dan seluruh hubungan dengan bangsa lain didasarinya dengan kebenaran dan keadilan.”

Orang Islam pantas menerima gelar ini apabila mereka mengikuti perintah-perintah Allah sesuai dengan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW yang senantiasa moderat dalam segala urusannya.

Allah memerintahkan kita untuk berlaku moderat, dan cara untuk melakukannya dijelaskan kepada kita oleh Nabi SAW:

Abu Hurairah ra meriwayatakan bahwa Nabi SAW bersabda:

“Agama Islam adalah kemudahan, dan barangsiapa membuat agama ini kaku, maka hal itu akan mengalahkannya. Maka, ikutilah jalan tengah; jika engkau tak dapat melakukannya, lakukan sesuatu yang mendekati dan berikanlah kabar gembira dan mohonlah pertolongan (Allah SWT) di pagi dan senja hari dan pada sebagian malam” (Al Bukhari).

Diriwayatkan oleh Anas ibn Malik bahwa Nabi SAW bersabda:
“Mudahkanlah urusan untuk orang-orang, dan janganlah dipersulit bagi mereka, dan tenangkanlah mereka (dengan kabar gembira) dan janganlah menampik (mereka)” (Sahih Al-Bukhari)

Abdullah ibn Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullaah SAW bersabda:

“Tidak seharusnyakah kuberitahu engkau siapa yang Api haram baginya dan ia haram bagi Api? Yaitu setiap orang yang dekat (dengan rakyat), ramah, dan mudah (berurusan dengannya).” (At-Thirmidhi – Hasan)

Aisyah ra meriwayatkan:

“Rasulullah SAW tidak pernah membuat pilihan kecuali mengadopsi pilihan yang lebih mudah dibandingkan pilihan yang sulit, tetapi pilihan Beliau kepada yang mudah hanya apabila pilihan tersebut tidak melibatkan dosa, akan tetapi apabila pilihan tersebut melibatkan dosa, maka Beliau adalah yang terjauh dari hal itu di antara orang-orang.” (Sahih Muslim).

Ekstrimisme adalah melakukan salah satu dari dua sikap ekstrim: salah satu sisi mengharamkan yang halal, dan di sisi lain menghalalkan yang haram. Saya perlu mencatat di sini bahwa Islam bukanlah perkara hitam atau putih. Sesungguhnya ada perihal-perihal yang sangat jelas yang tidak perlu dipertanyakan, sementara ada perihal-perihal lain yang ambigu.

Hal-hal yang tidak pasti ini, menurut saya, menyebabkan perpecahan di antara sebagian kaum muslimin atau menyebabkan kebingungan bagi sebagian yang lain.

Anda mungkin berfikir: “Saya tahu kamu mengarah ke mana.” Namun demikian, kali ini saya hanya ingin membahas topik ini dari pengalaman saya sebagai seseorang yang telah hidup di berbagai bagian di dunia.

Juga setiap hari saya menerima pertanyaan dari pembaca; sebagian besar adalah miskonsepsi dalam interpretasi konsep Islami, Quran, dan Hadis. Apabila kita mengikuti ajaran Islam yang benar, yang berdasarkan Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, kita tak akan pernah tersesat.

Faktor ini membuat saya membuat beberapa kesimpulan mengenai apa yang menciptakan kebingungan di antara kaum Muslimin, sebagai berikut:

Mendengarkan Ekstrimis Non-Muslim

Begitu banyak orang Islam yang membuang waktu mereka dengan membaca website anti-Islam. Hal ini bukan saja membingungkan mereka, tetapi juga membuat mereka marah dan frustasi; dan dengan demikian melemahkan iman mereka.

Saran saya adalah untuk menjauhi website-website seperti itu karena mereka mengutip Quran dan Hadis di luar konteks dan mengambil kesimpulan mereka sendiri yang penuh dengan bias, kesimpulan yang salah.

Kita harus mengerti bahwa Islam tidak mungkin diajarkan oleh orang non-Muslim; sama saja seperti kita tidak akan pergi ke orang Buddha untuk belajar agama Kristen.

Juga, media memainkan peran yang besar dalam membentuk opini publik. Hal ini seringkali menyebabkan efek negatif baik bagi muslim dan non-muslim. Orang non-muslim dapat memiliki kesan yang buruk tentang Islam. Sementara orang muslim dapat menjadi lebih marah dan depresi, bahkan beberapa dapat mencapai titik merasa malu menjadi orang muslim!

Mendengarkan Ekstrimis Muslim

Anda mungkin bertanya: “Bagaimana cara mengidentifikasi seorang ekstrimis muslim?”

Pada satu sisi, ada tipe muslim yang secara jelas meremehkan banyak aspek-aspek dalam Islam, seperti misanya dengan mengatakan: “Mengapa saya harus memakai hijab?”, “Mengapa saya harus sholat lima waktu?”, atau “Mengapa Allah akan menghukum saya apabila Dia menciptakan saya seperti itu?”.

Kategori ini umumnya dilihat sebagai Muslim yang tidak mempraktekkan Islam, tapi sebenarnya ini adalah salah satu sisi ekstrim.

Di sisi lain, saya telah mengamati bahwa jika seseorang mengatakan kepadamu untuk membenci agama lain atau sekte Islam lain, sangat cepat menghakimi orang lain, dan bersegera mengharamkan sesuatu tanpa kualifikasi Islami, tidak dapat berinteraksi dengan non-Muslim dan menolak berurusan dengan mereka, dan seringkali duduk di masjid dengan berdiam diri sepanjang hari berpura-pura mencari ilmu, maka sesungguhnya dia telah menyimpang dari ajaran Islam yang benar.

Hal ini mengingatkan saya pada kisah nyata yang saya alami sendiri. Seorang muallaf sehari mendatangi saya setelah menyelesaikan sholat jamaah dan menanyakan kepada saya mengapa orang Islam harus membenci orang yang seperti ini dan seperti ini? Ketika saya bertanya siapa yang memberinya informasi yang demikian, saya menemukan bahwa yang memberi informasi demikian adalah seseorang yang memiliki semua ciri-ciri di atas.

Islam adalah agama yang paling toleran. Bahkan, Anda tidak akan menemukan dalam Al-Qur’an istilah “Allah membenci..”, kita hanya akan menemukan “Allah tidak menyukai atau Allah tidak mencintai”, dan ya, di situ ada perbedaan yang besar. “Benci” berarti memiliki rasa tidak suka yang intens dan penuh nafsu pada seseorang. Allah memiliki rahmat dan menerima tobat. Jika Dia membenci kaum kafir, maka Dia tidak akan menerima mereka apabila mereka kembali kepada-Nya. Bagaimana orang akan masuk Islam apabila kita membenci mereka?

Adalah fakta bahwa orang Islam berbeda-beda dengan sedikit pandangan berbeda tentang bagaimana mempraktekkan Islam; mereka dipengaruhi oleh budaya mereka masing-masing. Sebagai muslim yang moderat, saya harus mengingat hal tersebut dan menghormati cara-cara mereka.

Jika kita harus mengoreksi, kita perlu menemukan cara yang bijaksana untuk mendekati setiap orang pada tingkat intelektualitas mereka. Akan lebih baik untuk meminta ulama moderat untuk membimbing mereka dan menghindari perdebatan yang hanya akan memperlebar jurang pemisah daripada membawa kita semakin dekat satu sama lain.

Seringkali seorang ekstrimis akan menghakimi muslim yang demikian dan kadang-kadang menyebut mereka buruk dan bahkan kafir.

Saya, dalam banyak kesempatan, akan segera berpaling jika saya mendengar seorang muslim berkata bahwa hal ini dan itu “haram”. Pertanyaan saya adalah sejak kapan engkau menjadi Mufti (hakim tingkat tinggi pada pengadilan Islam), yang seringkali memiliki pengetahuan Islam yang komprehensif agar dapat mengatur berbagai hal untuk orang-orang dan situasi-situasi yang berbeda.

Saya heran mendengarkan seseorang di barat berkata: “Saya tidak berurusan dengan orang-orang kafir itu” dan mulai mengutip ayat-ayat Quran di luar konteks untuk membuktikan pendapatnya. Ia terdengar sangat meyakinkan, tapi bagaimana dia menyampaikan pesan-pesan Islam pada orang lain dan bagaimana dia berurusan dengan non-muslim dan rekan kerjanya?

Ia mungkin menuju titik ekstrim dengan tidak bekerja dengan mengklaim bahwa ia terlalu shaleh sehingga ia tidak bekerja untuk orang kafir, tapi dia menerima bantuan pemerintah (di Negara barat – red).

Jika Anda menemukan seseorang menganggur karena kemalasan, dan Anda seringkali menemukaannya duduk di masjid berdiam diri, maka ketahuilah bahwa pasti ada yang salah. Saya bekerja di negara barat dan sangat sulit bagi saya untuk menganggur, bahkan bila hanya dua pekan berturut-turut. Saya heran bagaimana orang-orang ini bertahan. Mungkin dari bantuan pemerintah, tapi seringkali dari sumber lain juga; saya akan biarkan Anda mengambil kesimpulan sendiri.

Kita juga harus berhati-hati dalam memilih ulama moderat yang pantas untuk didengarkan. Cobalah untuk menghadiri khutbah Jumat yang berbeda-beda di masjid yang berbeda-beda untuk memperluas wawasan Anda agar Anda dapat memilih dengan ulama mana Anda merasa paling nyaman; sikap moderat dapat dikenali dengan mudah.

Mengambil Halal dan Haram dengan Ringan

Banyak orang muslim memutuskan dengan tergesa-gesa apa itu halal dan apa itu haram. Beberapa dari kita sangat suka membuat Islam sebagai agama tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, agama yang hanya mengenai hitam dan putih yang tidak menuntut pengikutnya untuk berpikir.

Saya sering menerima pertanyaan tentang hal remeh-temeh seperti menanyakan apakah halal untuk pergi ke dokter gigi. Dalam Islam, semua hal adalah halal, kecuali Allah dan Rasul-nya menetapkannya sebagai haram, dan hal ini hanya sedikit adanya.

Namun, kita juga harus berhati-hati dalam membuat aturan karena ada hukum umum dalam Islam yang menyatakan bahwa yang haram dapat menjadi halal dalam kondisi darurat.

Jadi setiap situasi adalah berbeda, dan hanya setelah seseorang menerangkan dengan jelas situasinya kepada seorang ulamalah maka ulama dapat mengeluarkan fatwa yang berkaitan dengan situasi orang tersebut.

Kadang-kadang kami menerima pertanyaan mengenai masalah fiktif seperti bagaimana seorang muslim seharusnya memperlakukan budak, ketika Islam telah menghapus perbudakan lebih dari sepuluh abad yang lalu, atau bertanya akan masalah-masalah ghaib yang hanya diketahui Allah SWT; hal-hal yang tidak membantu kita di dunia ini dan juga tidak meningkat iman dan pengetahuan kita untuk memperbaiki akhirat kita.

“Mengapa saya membutuhkan Hadis itu?”

Ada kecenderungan sebagian muslim untuk menolak Sunnah Nabi Muhammad SAW. Ini karena adanya kebingungan mengenai klasifikasi hadis dan tidak jelas bagi mereka hadis mana yang sahih dan mana yang tidak sahih.

Seorang mualaf biasanya berpikir mengapa saya harus membaca sesuatu yang tidak sahih. Karena saya tidak dapat membedakan yang mana yang benar dan mana yang salah, maka sebaiknya saya menjauhi hadis sepenuhnya saja.

Kita harus mengerti pentingnya klasifikasi hadis, jika tidak, seseorang dapat mengklaim bahwa Nabi SAW mengatakan sesuatu yang tidak Beliau katakan. Tanpa klasifikasi tersebut, orang Islam kemungkinan besar akan mengikuti hal-hal yang meragukan.

Tanpa Sunnah Nabi, hukum Islam menjadi tidak utuh dan kita tidak akan mampu memahami sebagian besar ayat dalam Al-Quran. Contoh sederhana adalah tata cara sholat dan mengetahui kisaran waktu sholat lima waktu.

Bimbingan yang Sejati Berada dalam Diri Anda Sendiri

Di zaman kita ini, kita harus berhati-hati mengenai Islam itu seperti apa dan Islam itu tidak seperti apa. Ada terlalu banyak faktor yang dapat membuat kita tersesat. Kita perlu mencari pengetauan Islam yang sahih, atau bertanya mengenai agama kita kepada ulama yang moderat.

Islam adalah agama yang di tengah-tengah (moderasi) dan penyimpangan dari jalan tengah hanya akan memecah-belah dan membuat kita bingung; suatu jalan yang tidak disukai oleh Allah dan disukai oleh setan.

Jika Anda mendengar hukum Islam yang meragukan, selalu cari tahu dari beberapa (lebih dari satu) sumber Islami. Anda mungkin berfikir ini akan membuat Anda semakin bingung oleh karena perbedaan pendapat. Namun demikian, lihatlah hal tersebut sebagai rahmat bahwa Anda mampu berpikir untuk diri Anda sendiri dan memilih apa yang moderat dan menolak hal-hal yang ekstrim.

Semoga Allah SWT membimbing kita ke jalan-Nya yang lurus.
Amin.

—————————————-

CATATAN:

Maan Khalife mendirikan kuburan muslim pertama di negara bagian Arizona dan telah aktif dalam bidang dakwah selama 30 tahun terakhir. Saat ini Maan bekerja di OnIslam.net sebagai editor pada seksi AskAboutIslam.

Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dari artikel berjudul: “A Fine Line Between Moderation and Extremism” yang dipublikasikan di website OnIslam dengan alamat URL:http://www.onislam.net/english/reading-islam/understanding-islam/474005-a-fine-line-between-moderation-and-extremism.html