Pedoman Persiapan Ramadhan untuk Orang Sibuk| Bagian 1: Musim Latihan

Ditulis oleh Siraaj, 3 Juni 2014 di www.muslimmatters.org

Saya mendukung pesan-pesan yang menginspirasi kita untuk berusaha sebaik mungkin dalam beribadah kepada Allah SWT selama Ramadhan. Namun demikian, di negara-negara di mana waktu dan tidur setelah subuh adalah suatu kemewahan, sedikit persiapan sebelum memasuki bulan Ramadhan sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan manfaat di bulan tersebut.Berikut adalah beberapa seri tulisan yang mencakup:

Bagian 1 – Musim Latihan : Bulan Ramadhan dapat bersifat fisik maupun spiritual, dan badan kita butuh penyesuaian untuk memasukinya. Bagaimana kita bisa melatih diri kita secara fisik sebelumnya? Praktek apa yang dapat kita ambil dari sunnah Nabi Muhammad SAW untuk membantu kita?

Bagian 2 – Menetapkan Target: Kita tentunya ingin mendorong diri kita melampui batas spiritual normal kita, namun pada saat yang sama kita juga ingin berhati-hati untuk tidak membuat target yang tidak realistis, yang menyebabkan harapan yang tidak realistis pula sehingga kita dapat kehilangan momentum dengan cepat, yang menyebabkan kita hanya berfungsi pada batas minimum. Bagaimana cara menetapkan target realistis yang masuk akal bukan hanya bagi diri kita pribadi, namun juga dalam konteks kepentingan orang lain di sekitar kita.

Bagian 3 – Membuat Jadwal: Hal ini sejalan dengan penetapan target. Bagaimana cara menjadwal kegiatan per minggu, berdasarkan target Ramadhan dan komitmen-komitmen lain yang sedang berjalan? Artikel ini akan menunjukkan cara yang mudah untuk melakukannya, dan mengapa hal ini penting dilakukan.

Bagian 4- Lain-lain: Bagian ini meliputi cara mengosongkan jadwal, olahraga, dan hal-hal lain yang penting untuk diingat selama bulan Ramadhan.

Artikel mengenai manajemen pribadi dan manajemen waktu cenderung berisi detail yang penuh dengan kalimat berkoma. Saya akan mencoba untuk membahas dengan singkat dan terarah, tetapi berhati-hatilah untuk tidak menggampangkan kesederhanaan.

Latihan untuk Triatlon Spiritual Utama

[2 paragraf diabaikan].

Ramadhan adalah triathlon spiritual utama yang terdiri atas siyaam (puasa), sholat, dan Quran. Kita berpuasa sepanjang hari, sholat lima waktu, dan berusah menyelesaikan membaca Quran sepanjang bulan ini, dan sholat di malam hari/sebelum subuh, dan sholat dhuha. Agar dapat memperoleh manfaat semaksimal mungkin, kita harus menangani hal-hal fisik terkait apabila kita ingin mempertahankan konsistensi yang disyaratkan, untuk memetik pahala yang menanti kita.

Puasa

Nabi SAW diketahui melaksanakan puasa Senin dan Kamis [1], menganjurkan puasa pada hari ke 13, 14, dan 15 setiap bulan [2], dan memperbanyak puasanya pada bulan Sya’ban melebihi bulan-bulan lain selain Ramadhan. [1 kalimat diabaikan]. Dengan demikian, mari kita bahas bagaimana kita dapat meningkatkan ibadah puasa kita dalam bulan Ramadhan:

Pekan 1 : Puasa Sehari

Pada pekan ini, Anda hanya ingin melewati rintangan yang berada di antara Anda dengan puasa pertama Anda setelah waktu yang lama. Pilihlah hari yang paling mudah buat Anda:

1. Pada akhir pekan: Sehari dalam akhir pekan mungkin lebih mudah bagi Anda karena hanya ada sedikit aktifitas, selain itu, Anda membutuhkan kopi pada jam kantor. Akhir pekan memberi Anda kesempatan untuk tidur lebih banyak sehingga memudahkan puasa yang lebih nyaman. Namun demikian, karena ini adalah puasa sehari, Anda tidak bisa berpuasa pada hari Sabtu, hanya hari Minggu, kecuali jika Anda berencana untuk berpuasa pada hari Jumat atau hari Minggu berpasangan dengan hari Sabtu [4].

2. Pada hari kerja: Atau, Anda mungkin berada pada spektrum yang berlawanan di mana bekerja membuat Anda sibuk dan membantu Anda untuk melalui puasa dengan cepat. Bonusnya adalah Anda bisa berpuasa hari Senin atau Kamis.

Pekan 2: Berpuasa dua hari

1. Sunnah: Berpuasalah pada hari Senin dan Kamis, karena hari-hari tersebut adalah hari-hari berpuasa Nabi SAW sepanjang tahun. Jika Anda betul-betul berambisi, Anda dapat memadukan puasa Senin-Kamis dengan puasa tengah bula pada tanggla 13, 14, dan 15, karena pada bulan Sya’ban ini, tanggal 14 jatuh pada hari Kamis.

2. Akhir pekan: walaupun secara umum tidak dianjurkan, Anda juga dapat berpuasa pada akhir pekan apabila ini lebih mudah bagi Anda. Tetapi sebaiknya Anda juga menyisipkan satu hari kerja, karena di sinilah dimulainya ujian yang nyata.

Jika Anda belum berpuasa pada pekan 1 dan 2, jangan memulai puasa pada pekan 3 dan 4. Walaupun Nabi SAW diketahui berpuasa pada bulan Sya’ban, Beliau juga melarang untuk memulai puasa baru pada paruh kedua bulan Sya’ban. Bagi yang telah berpuasa sebelum masa waktu tersebut, boleh berpuasa sepanjang bulan Sya’ban, termasuk di paruh kedua [5].

Pekan 3 dan 4: Puasa Empat Hari, Kemudian Tiga Hari

Rentang waktu ini akan mendekatkan Anda pada kondisi siap, insya Allah. Ini adalah puasa Daud, yaitu berpuasa satu hari dan tidak berpuasa pada hari berikutnya secara berturut-turut, yang akan membawa kita pada masa tepat sebelum Ramadhan. Karena pekan ke-4 pendek, saya mengubah jumlah hari puasa, yaitu pekan 3 = 4 hari, dan pekan 4= 3 hari.

Hal Penting Lain

1. Rukun lain: Pastikan untuk makan sahur, berbuka puasa segera jika waktu berbuka puasa tiba, makan dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan, menjauhi argumentasi, walaupun Anda sedang tidak berpuasa.

2. Pada Hari Non-Puasa: Latih diri Anda untuk merasakan dan mengabaikan rasa lapar. Makanlah tidak lebih dari 4 kali sehari, pastikan porsinya ukuran medium, dan hindari memakan cemilan berkalori di antara waktu-waktu makan utama. Bagi mereka yang ingin mengurangi lemak, ini adalah salah satu cara untuk melakukannya.

Sholat

Sholat lima waktu

Shalat lima waktu adalah rukun Islam yang kedua dan wajib sifatnya. Kebanyakan orang sebenarnya tidak malas melakukannya, hanya saja mereka tidak melihat penting prioritas kebiasaan ini [6]. Jika Anda merupakan salah satu orang yang melewatkan sholat lima waktu, tapi berlebihan dalam tarawih, ketahuilah bahwa kuantitas kegairahan religius Anda terhadap tarawih di bulan Ramadhan vs sholat lima waktu harus diputarbalik. Jika Anda melewatkan semua sholat tarawih untuk selamanya dan hanya melakukan batas minimum sholat lima waktu di sepanjang sisa hidup Anda, itu akan lebih baik bagi Anda, jika Anda harus memilih, karena tak ada yang membawa Anda lebih dekat kepada Allah SWT kecuali menaati-Nya dalam hal-hal yang diwajibkan-Nya. Jika Anda tidak melaksanakan sholat lima waktu, inilah cara memulainya, tidak ada cara lain.

Anda dapat memulai dengan sholat yang paling mudah dilakukan pada awal waktunya pada pekan pertama. Dari situ, mulailah melakukan dua sholat setiap hari di pekan kedua, kemudia tiga di pekan ketiga, dan akhirnya empat di pekan ke empat. Ketika Ramadhan dimulai, Anda akan dapat melakukan sholat lima waktu setiap hari, dan mungkin inilah kebiasaan tunggal yang paling penting dalam hidup Anda yang harus Anda pertahankan setelah Ramadhan, apapun yang terjadi.

12 Sholat Sunnat Rawatib

Ada lebih dari 12 rakaat sholat sunnat rawatib yang dapat diselesaikan dalam satu hari, tapi sebagai permulaan dapat dilakukan sholat sunnat rawatib dengan total 12 rakaat secara konsisten:
1. 2 rakaat sebelum sholat Subuh.
2. 2 atau 4 rakaat sebelum sholat Lohor, dan 2 rakaat sesudahnya.
3. 4 rakaat sebelum sholat Ashar.
4. 2 rakaat setelah sholat Maghrib.
5. 2 rakaat setelah sholat Isya.

Tahajjud/Qiyamul Layl

Karena ada beberapa masjid yang kemungkinan besar melaksanakan sholat qiyamul layl di malam hari, terserah Anda apakah akan mulai dengan kegiatan ini. Ini adalah saat yang baik untuk berkumpul dengan keluarga Anda, jika Anda hidup dengan mereka, dan sholat bersama. Saya menyarankan untuk menyelesaikan ¼ atau ½ juz (masing-masing 5-10 halaman) dalam 8 atau 20 rakaat (sesuai pilihan Anda).

Jika tingkat hapalan Anda kurang dari setengah juz, jangan kuatir, baca saja surah yang sama beberapa kali di setiap sholat, dan bacakan di beberapa sholat. Intinya adalah berdiri dan beribadah kepada Allah SWT dengan apapun yang Anda miliki, dan insya Allah akan diterima dan diberi pahala.

Akhirnya, Anda dapat melakukannya di malam hari Anda puasa jika motivasi spiritual Anda sudah tinggi, dan Anda juga dapat melakukannya di hari-hari non-puasa karena Anda ingin relaksasi pada hari puasa Anda- itu adalah pilihan Anda.

Tadarrus Al-Quran

Nabi SAW merevisi Al-Quran setiap Ramadhan, jadi kita semua harus mempunyai target untuk menyelesaikan bacaan Al-Quran sebanyak mungkin. Walaupun lumrahnya kita dianjurkan untuk membaca dengan pemahaman, selama Ramadhan beberapa ulama menganjurkan kita fokus untuk memperoleh pahala dalam melafalkan (tadarrus) Al-Quran saja. Minimal, itu akan berarti melafalkan 20 halaman rata-rata per hari untuk menuntaskan tadarrus. Untuk membiasakan setelah lama tidak mempraktekkan, mulailah dengan jumlah halaman yang sedikit, kemudian tingkatkan pada akhir pekan. Jadi jika rekomendasinya 2-4 halaman untuk pekan tersebut, mulailah dengan 2 halaman per hari, kemudian lanjutkan dengan 3, dan pada akhir pekan dengan 4 halaman:

1. Pekan 1 : 2 – 4 halaman per hari.
2. Pekan 2 : 5 – 8 halaman per hari.
3. Pekan 3 : 9 – 12 halaman per hari.
4. Pekan 4 : 13 – 16 halaman per hari.

Jika Ramadhan tiba, ada berbagai cara berbeda untuk menuntaskan tadarrus Al-Quran, tergantung keterbatasan waktu Anda. Pada Bagian 2 kami akan merevisi beberapa teknik yang dapat digunakan untuk memudahkan penuntasan tadarrus Al-Quran di bulan Ramadhan, insya Allah.

Sampel Jadwal Pekan Kedua

Kita akan membicarakan ini secara detil di Bagian 3, akan tetapi berikut ini adalah contoh jadwal pada pekan kedua (klik gambar untuk memperbesar):

Image

Saya menganggap hal-hal tersebut “penting”, sehingga mereka diberikan jadwal dan waktu tersendiri. Sholat diberi waktu setengah jam untuk wudu, sholat fardu, dan sholat sunnah. Tadarrus ditempatkan setelah sholat Subuh karena pada umumnya menyelesaikan hal yang paling penting terlebih dulu adalah kebiasaan yang baik, sementara membaca Al-Quran dapat mengelevasi secara spiritual, dan mengurangi hal-hal yang harus dilakukan akan mengurangi rasa kuatir. Selain itu, tadarrus adalah cara yang baik untuk memulai hari 😉 Akan tetapi apabila tadarrus setelah subuh terlalu berat bagi Anda, pastikan Anda memilih waktu di mana Anda memiliki kekuatan mental untuk mengusahakan kegiatan tadarrus ini.

Alasan lain untuk menempatkan jadwal di kalender Anda adalah karena Anda dapat mengatur alert/peringatan yang dapat sync dengan ponsel pintar Anda (apabila Anda punya) dan dapat merekam hari Anda dan kebiasaan religius Anda dari kalender Anda, insya Allah.

Kesimpulan

Itulah materi untuk Bagian 1, nantikan Bagian 2 pekan depan, yang insya Allah akan membahas penetapan target bagi diri Anda dan keluarga. [1 kalimat diabaikan].

Referensi

1. Diriwayatkan oleh Aisya ra: Nabi SAW senang berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Riwayat Al-Tirmidhi, 745; Al-Nasaa’I, 2362; Ibn Maajah, 1739; diklasifikan sebagai sahih oleh Al-Albaani di Saheeh al-Targheeb, 1044.
2. Diriwayatkan ole Jareer ibn Abdullah ra bahwa Nabi SAW berkata: “Puasa tiga hari setiap bulan adalah puasa seumur hidup, dan ayaam al-beed adalah hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas”. Riwayat Al-Nasaa’I, 2420; diklasifikasikan sebagai sahih oleh Al-Albani di Sahih Al-Targheeb, 1040.
3. Muslim (1156) meriwayatkan bahwa Abu Salamah berkata: “Saya bertanya pada Aisyah ra mengenai puasa Rasulullah SAW, dan Aisyah berkata: ‘Beliau biasa berpuasa hingga kami mengira Beliau akan selalu berpuasa, kemudian Beliau tidak berpuasa hingga kami mengira Beliau akan selalu tidak berpuasa, tapi saya tidak pernah melihat Beliau berpuasa pada bulan manapun sebanyak puasa Beliau di bulan Sya’ban. Beliau biasanya berpuasa sepanjang Sya’ban, dan Beliau biasa berpuasa sepanjang Sya’ban kecuali beberapa hari.’”.
4. http://islamqa.info/en/81621
5. http://islamqa.info/en/13726
6. “Hal pertama yang akan ditanyakan pada seorang hamba di hari pembalasan adalah sholat. zApabila sholatnya bagus, maka sisa perbuatannya akan bagus. Apabila sholatnya buruk, maka sisa perbuatannya akan buruk.” [Diriwayatkan oleh al –Tabarani. Menurut Al-Albani, hadis ini sahih. Al-Albani, Sahih Al-Jami, vol. 1, p. 503.

————————————————————————
CATATAN:
Siraj adalah seorang perekayasa perangkat lunak yang tertarik pada titik temu antara pengembangan kepribadian dan kehidupan Islami praktis, terutama yang berkaitan dengan manajemen waktu dan kebugaran fisik. Ia merupakan pecandu berita yang tak tersembuhkan dan hidup di daerah teluk dengan keluarganya.

Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dari artikel berjudul: “Ramadan Prep Guide for Busy People | Part 1: Training Season” yang dipublikasikan di website MuslimMatters dengan alamat URL: http://muslimmatters.org/2014/06/03/ramadan-prep-guide-for-the-busy-professional-part-1-training-season/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s